Saat aku menonton ‘Siong’ kelmarin, teringat aku bait-bait dialog...
"Dalam kelompok binatang, tiada istilah hati manusia,
Tetapi dalam kelompok manusia, wujudnya manusia berhati binatang…”
Sememangnya ada benar ungkapan tersebut, lebih-lebih lagi semakin melata kes-kes menyayat hati menjadi santapan berita. Cukup menyakitkan hati dan mata. Jika disorot kembali, sepanjang Februari, kaca tv dihujani dengan kes-kes buang bayi. Ada yang mati didera, diliwat, ditinggalkan hingga mati dihurung semut dan yang paling sadis…bayi itu dibakar!
“Membakar makhluk adalah hak Allah, hatta yang dibakar itu hanya seekor nyamuk sekalipun…”
Sungguh kejam…inilah dikatakan manusia berhati binatang!! Bahkan lebih rendah. Bagai sudah menjadi trend, buang anak luar nikah. Bahkan lebih teruk daripada zaman Jahilliyah. Begitu ‘hebat’ modus operandi mereka dalam menghapuskan bayi. Kalau suka sangat beromen, janganlah sampai buncit. Kalau tak mahu sekalipun anak itu, berilah kepada badan kebajikan atau orang lain yang begitu teringinkan anak, malangnya tidak mampu.
Apabila tirai Februari dilabuh, kes pijak anak kecil sampai mati pula menyusul…menghiasi awal Mac 2010. Hatiku kecilku berkata, mengapa manusia semakin hilang pertimbangan hingga tidak berperikemanusiaan terhadap anak kecil. Seawal usia sebegitu, apalah yang anak ini tahu…
Meruntun jiwa bagai disiat
Melihat si kecil akhiri hayat
Sungguh hitam takdirnya tersirat
Bala Tuhan semakin dekat
Binatang atau manusia?, aku bertanya
Diperlaku kejam oleh sang durjana!
Hilang ke mana fitrahnya jiwa?
Hidup lagak bagai tiada agama!
Tidak bernama tidak berbapa
Di rahim ibu menumpang kasih
Malangnya hadir tidak dipinta
Sekadar bukti setia sang kekasih
Benar sungguh firasat Junjungan
Perihal manusia di akhir zaman
Nyata dunia menjadi rebutan
Kepadanya syaitan menjadi ikutan
Bila hati sudah mati
Nafsu mula merajai hati
Bungkam akal mengalas kaki
Iman tercampak menjauhi Ilahi
Baik pulang ke pangkuan Tuhan
Dari hidup bersendi syaitan
Akan tiba saat yang dijanjikan
Nyata tersilap saat ditalkinkan
Dibuang jauh sekelumit iman
Dosa disulam menjadi hamparan
Menanglah syaitan dengan bisikan
Pintu neraka luas dibukakan
Terhincut langkah dirinya syaitan
Di mimbar ia nyata kekesalan
Dendam tertunai berjaya disesatkan
Kelak terpasung mohon dikembalikan
Tiada guna nyawa kedua
Untuk manusia angkuh dan alpa
Kekal cuma Yang Maha Esa
Itulah dunia yang fatamorgana 








